Zaman Bahela Part 1

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Gua lagi mindah-mindahin postingan di tumblr ke sini nih hehe, biar jadi satu aja blognya. Berikut cerita pertama yang gua pindahin.

Hai, nama gua Gurun dan ini kisah hidup gua belasan tahun lalu. Oke, just for info, gua baru hidup 18 tahunan haha.

Ketika itu gua masih duduk di bangku TK. Masih suka bawa dot ke kelas dan masih suka menertawakan semua hal yang tidak lucu. Seperti kebanyakan anak lainnya seusia gua pada zaman itu, gua sangat mengidolakan Power Ranger. Haha entahlah, kayaknya cerita yang berulang-ulang dari ada monster, berubah jadi Power Ranger, ngalahin monster, monster berubah jadi gede, manggil Zord, dan akhirnya ngalahin monster, sudah cukup membuat gua kagum duduk diam menonton RCTI tiap Minggu pagi kala itu. Hahaha mungkin ini juga bisa menjawab kenapa orang kebanyakan ga bosen nonton bokep walaupun inti semua film bokep sama.

Oke lanjut cerita, gua merupakan salah seorang anak rumah yang tidak suka main kotor, mungkin bukan tidak suka sebenarnya, lebih tepatnya tidak dibolehin sama mama. Well, jadi pada saat itu gua punya impian menjadi seorang Power Ranger juga tetapi mimpi gua untuk berpetualang tertahan oleh larangan mama untuk main kotor-kotor dan mandi di sungai.

Suatu hari, di kala gua duduk di tepi pantai. Halah. Cerita hari itu temen baek gua sebut saja namanya Edi, itu nama yang biasa dipake temen-temen buat ngata-ngatain dia, well itu nama bokapnya haha, ngajak gua mandi ke sungai. Percaya atau tidak, mandi ke sungai merupakan salah satu impian gua kala itu. Dengan sangat bersemangat gua mengiyakan ajakan sohib gua tersebut. Tapi sungguh hati gua berkecamuk karena merasa tidak menuruti perintah mama untuk tidak main kotor-kotor dan mandi di sungai.

Tapi yah gua percaya ga bakal terjadi apa-apa selama gua ga mandi ke tempat yang dalem. Berangkatlah gua sama Edi ini menuju ke sungai tersebut. Perjalanannya tidak mudah, memakan waktu 2 hari 2 malam. Oke itu lebay, kenyataannya sungainya cuma berjarak 200 meter dari rumah gua. Sesampainya di sungai, ternyata Edi berubah pikiran dan mengajak gua buat main ke sawah dulu.

Kembali, hati gua berkecamuk, bingung apa yang harus gua lakukan, menuruti jiwa berpetualang gua atau menuruti perkataan mama. Akhirnya gua putuskan untuk pulang. Anti klimaks yah klo gua bilang gitu haha. Gua dan Edi akhirnya pergi ke sawah di sekitar sungai tersebut. Kagum, mungkin itu yang gua rasakan saat itu. Yeah, bocah pindahan dari kota macam gua baru pertama kali melihat padi dari jarak sedekat itu.

Gua dan Edi pun bermain dari pagi sampai siang di sawah. Bahagia, akhirnya hasrat gua untuk berpetualang terpenuhi sudah. Yah, gua dan Edi tidak pernah menyangka tawa kami siang itu akan terhenti seketika.

Ketika hari sudah mulai sore, akhirnya gua dan Edi memutuskan untuk mandi di sungai. Ketika sedang asik-asiknya berjalan tiba-tiba gua menginjak ke kubangan lumpur dan jadilah cocokrunch. Oops sorry, kaki gua terjebak di lumpur itu. Gua dan Edi panik, gua merasa hidup gua bakal berakhir hari itu juga. Gua merasa kaki gua makin lama makin tenggelam ke dalam lumpur. Dan tiba-tiba, Edi berteriak.

E : (panik) RUN LARIII ADA ULAAAAR!

G : (panik) MANA ED MANA, TARIK GUAAA BURUAAAAN!

E : (panik) GA BISAA, BERAAAAAAAAT!

G : (panik) AAAH BISAAAA CEPAAAAAT!

! catatan : semua pembicaraan di atas sudah gua translate ke bahasa Indonesia yang bisa dipahami semuanya !

Akhirnya setelah berusaha keras gua bisa melepaskan diri dari kubangan lumpur, jantung gua berdegup kencang, adrenalin gua terpacu, apakah harus gua cium Edi yang udah membantu gua lepas dari kubangan lumpur itu. Persetan, anak TK mana kepikiran itu! Tapi ternyata masalah belum selesai, sendal gua masih ketinggalan di dalam lumpur.

E : Udah tinggalin aja, buruan kita lari, ada ular!

G : Ga bisa gitu Ed, ntar gua dimarahin nyokap gua!

Dan gua pun kembali teringat omongan mama untuk tidak main kotor-kotor, well gua tau itu hukuman Tuhan buat gua karena tidak menuruti omongan mama tersebut. Akhirnya sekuat tenaga gua tarik itu sendal dari dalam lumpur, pada percobaan kedua sendal sudah ada di kaki gua lagi. Gua dan Edi pun berlari menuju sungai. Dengan tubuh kotor penuh lumpur, melihat sungai yang jernih sangat menggoda iman. Akhirnya, sesaat setelah gua menyadari tidak menuruti omongan mama itu berbahaya, gua kembali tidak menuruti lagi omongan mama. Tetapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa setelah itu.

Gua pulang ke rumah dalam kondisi basah kuyub. Gua beralasan tadi abis main air di halaman rumah Edi. Well mama dan papa percaya kebohongan gua. Dan gua pun berjanji untuk tidak akan pernah lagi tidak menuruti omongan mama. Well walaupun pada akhirnya nanti, gua masih nakal dan sesekali tidak mendengarkan omongan mama.

Part 1 selesai.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s