Troll

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

gambar diambil dari http://carryingthegun.wordpress.com

Selamat pagi, karena semalem agak kurang enak badan jadinya telat nulis cerita ini. Ini juga dengan tenaga-tenaga yang tersisa setelah mengusir penyakit masuk angin dan radang tenggorokan gua coba untuk selesaikan tulisan mengenai beberapa kejadian yang tidak mengenakan bagi jiwa cool gua. Ya, ceritanya gua kena troll beberapa kali. Berikut ulasan lengkapnya.

Troll Level 1

Pagi-pagi gua udah berada di kampus. Bukan karena gua anak yang rajin tetapi karena hari itu adalah hari bimbingan Bu Taza nasional. Kenapa pake nasional? Karena Bu Taza sedang sibuk dan tidak dapat melakukan bimbingan sewaktu-waktu. Jadi ke kampus sepagi mungkin biar dapet antrian paling depan. Ekspektasinya seperti itu. Nyampe di lab basdat, masih sepi, cuma ada Cibe di pojokan dengan muka dan posisi badan yang mencurigakan, seperti menyembunyikan sesuatu. Oke itu ga perlu dibahas. Karena mau bimbingan, gua harus punya sesuatu yang harus gua bawa ke Bu Taza. Gua memutuskan untuk mencetak dokumen tugas akhir hasil revisi terbaru. Karena masih pagi dan mager gua memutuskan untuk naik lift saja. Ga sampai dua menit nunggu, pintu lift nyala. Untuk memastikan gua tanya sama bapak-bapak di dalem “Ke atas atau ke bawah?”. Bapak-bapak tersebut menunjukkan gestur tubuh bahwa lift menuju ke atas. Akhirnya gua masuk. Tapi apa yang terjadi, lift ternyata turun ke lantai dasar. Bapak-bapak tersebut berlalu sambil berkata “Pesawat terbangnya ke atas, Dek.”. F.

Troll Level 2

Dengan sedikit perasaan dongkol, gua pencet tombol 4 yang emang ternyata dari tadi ga nyala. Nyampe di lantai 4, gua langsung buru-buru menuju ruangan buat cetak dokumen. Setelah menunggu antrian selesai, gua kasih flash disk gua yang berisi file tugas akhir yang pengen gua print. Waktu berlalu, sepuluh menit lebih ternyata komputernya masih berusaha menginstall driver flash disk.

B : Mas, kayaknya flash disk-nya ga bisa dibaca nih, goyang-goyang terus.

G : Wah coba, pakein Ambepen.

B : Hah?

G : Iya, Pak. Kan no ambeien, no goyang. Berkat Ambepen  (plesetan suatu produk).

Akhirnya si Bapak merasa sedikit kesal dan langsung pencet cancel, terus malah langsung kebuka flash disknya. Dafuq. Tapi ternyata flash disknya kena virus, semua data gua hilang. Agak aneh juga soalnya setau gua flash disk itu bersih dari segala penyakit menular. Sebenernya gua tau datanya ga hilang cuma ke-system hide doang, cuma karena udah diusir duluan buat bersihin virusnya, gua turun lagi ke lantai 2 buat minta tolong Cibe buat bersihin flash disk gua. Selesai dibersihin, gua balik lagi ke lantai 4 buat ngeprint, kali ini dicoloknya ke komputer yang berbeda. Alhamdulillah lancar jaya. Terus abis itu flash disk gua dicolok lagi ke komputer yang satu lagi, dan terdeteksi virus lagi. Terus Bapak petugasnya cuma bisa nyeletuk sambil nyengir “Wah ini mah komputernya yang virusan.” sambil ngembaliin flash disk gua yang jadi terjangkit penyakit lagi. Gua cuma bisa geleng-geleng kepala nahan sebel, lumayan waktu gua terbuang buat bolak-balik.

Troll Level 3

Setelah dokumen draft tugas akhir sudah di tangan gua, gua langsung balik lagi ke lab basdat. Harapannya semoga Bu Taza udah sampe kampus jadi bisa langsung bimbingan. Gua pengen cepet-cepet bimbingan, soalnya udah janji sama Bowo buat ikutan TFT Keamanan SPARTA. Ya walaupun perannya cuma buat mengacaukan konsentrasi bocah-bocah dengan nyanyi lagu “Memang, bulu ketek, lebih panjang dari bulu mem…mang, bulu ketek”. Sempat terpikir betapa jeniusnya orang yang menciptakan lagu itu. Maksud gua, emangnya orang itu lagi ngapain sih sampe dapat inspirasi buat bikin lagu itu? Haha. Nyampe di basdat, ternyata Bu Taza udah dateng. Sayangnya antriannya malah disamber sama orang. Kesel banget tuh, nunggu sejam lagi dan akhirnya ga ikutan TFT.

Troll Level 4

Akhirnya tiba giliran gua untuk melakukan bimbingan. Sudah duduk manis dan siap mendengarkan apa yang harus dilakukan. Terjadilah percakapan yang singkat padat dan jelas dalam pembukaan pertemuan kali itu.

Bu T : Kamu mau sidang kapan?

G : Saya maunya Juli, Bu.

Bu T : Kalo sayanya ga mau?

Itu rasanya sungguh patah hati, kenapa ditanya kalo jawabannya udah ada. Berasa di-php-in gitu sama dosen pembimbing sendiri hahaha. Setelah itu, sekitar 30 menit akhirnya bimbingan selesai dan gua sudah merasa sedikit tercerahkan mau dibawa kemana tugas akhir ini. Gua berdiri dan berbalik badan untuk keluar ke ruang belajar basdat. Papasan dengan Bu Wiwid, terus terjadi lagi percakapan dimana gua lagi yang jadi korban ceng-cengan.

Bu W : Rambut kamu keren banget sih, mau kemana emangnya?

Kalo kalian bukanlah orang yang memahami sarkasme, pasti udah melting dan blushing senyum-senyum sendiri dibuatnya. Sayangnya gua orang yang mengerti sarkasme jadinya gua jadi melting dan blushing senyum-senyum sendiri, terus apa bedanya. Gua ga bisa ngomong apapun, cuma bisa memberikan senyuman manis termaut kepada Bu Wiwid. Mencuri dengar pembicaraan gua dan Bu Wiwid, Bu Taza berdiri siap untuk memberikan komentar, gua udah seneng banget tuh, berasa mau dibelain, tapi ternyata engga.

Bu T : Itu dia bingung. Ga mau gondrong tapi ga mau botak juga, makanya setengah-setengah gitu.

Gua cuma bisa diem dan merasakan muka gua semakin merah padam haha. Akhirnya gua melengos aja langsung buka pintu buat ke ruang belajar. Terus di pintu, ternyata ada Bu Riri yang jadi mengikuti pembicaraan ibu-ibu dosen lainnya.

Bu R : Sudah-sudah.

Kalimat awal yang meyakinkan, dan memberikan gua harapan mungkin Bu Riri lah yang akan membela gua. Ternyata kembali harus dikecewakan, karena tidak.

Bu R : Dia nanti sidang pake wig.

Tawa anak-anak dari ruang belajar terdengar kencang melihat gua yang diceng-cengin begitu. Di luar akhirnya gua baru bisa membalas ceng-cengannya.

G : Nanti sidang saya pake kopiah, Bu. Hahaha.

Terus gua berusahan meniru Pak Karno dalam pidato.

G : Saudara-saudara sekalian, tugas akhir saya ini bertemakan tentang penjadwalan. (tangan diangkat, telunjuk di atas)

Troll Level 5

Setelah kejadian yang cukup memalukan di lab basdat, gua ikut anak-anak buat menyambut kelulusan teman-teman yang selesai sidang. Karena sangat gembira, tidak terasa joke-joke pun terlontar di koridor labtek 5, sampai akhirnya mengundang gelak tawa yang ga bisa tertahankan lagi. Benar-benar lupa diri. Sampai akhirnya tiba-tiba Pak Ran, seorang dosen yang termasuk ke dalam 3 dosen yang paling tinggi nilai respeknya dari masyarakat labtek 5, kalo di manga Naruto beliau itu merupakan salah satu dari 3 ninja bergelar Sennin. Sangat dihormati. Tiba-tiba, beliau dengan air muka tidak mengenakan dan terkesan marah mengusir gerombolan anak-anak yang sedang siap-siap menunggu Caca keluar dari ruangan. Karena takut kena marah, bocah-bocah langsung melakukan manuver balik kanan gerak dan ambil langkah seribu, dalam kesunyian. Baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba Pak Ran lewat sambil tersenyum-senyum penuh kemenangan. Sempat bingung, akhirnya kami sadar, ternyata kami baru saja dikerjai oleh beliau. Wow, troll level profesor. Sampe-sampe ada yang nyeletuk “Troll-nya Pak Ran tadi tuh jago banget woi, soalnya dia menggunakan karakter yang telah dia bentuk selama berpuluh-puluh tahun.”. Hahaha.

Dari beberapa kejadian tersebut membuat gua sadar bahwa usia bukanlah batasan yang menghilangkan tingkat keisengan seseorang. Karena sesungguhnya, keisengan itu bukan hanya terjadi karena niat dari pelaku, tetapi juga terjadi karena adanya dana umum. Waspadalah kebakaran!

Sekian, gua Gurun. Terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

One thought on “Troll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s