Bad Hair Days : Angry Mom

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

gambar diambil dari http://menshealth.abril.com.br

Judul tulisan gua kali ini sebenarnya terinspirasi dari permainan yang beberapa waktu lalu cukup populer di kalangan umat manusia. Ya betul, Angry Birds, seratus untuk Anda yang ada di rumah. Ngomongin Angry Birds membuat gua bersyukur permainan satu ini tetap menggunakan nama Angry Birds ketika beredar di Indonesia. Kenapa? Karena kalo diartiin Angry Birds itu Burung-Burung Marah, ya lo tau sendiri sob di Indonesia burung itu bisa berarti “burung” yang lain, yang tak bersayap dan tak dapat terbang. Ga bisa bayangin aja kalo ternyata ada orang yang beli terus kecewa, ternyata burung yang dimaksud burung beneran. Oke kembali ke topik, Angry Mom, jangan ngarepin gua bakal cerita gua mencet-mencet muka nyokap gua sambil teriak “wiiiiiiiiiiii” karena sesungguhnya ini kelanjutan dari cerita Bad Hair Days, semoga menghibur.

Tadi, sekitar jam 9 malem, tiba-tiba hp gua berbunyi. Kaget aja, denger suara alarm hp bunyi jam 9 malem, gua inget-inget lagi kayaknya malam ini ga ada jadwal buat jaga lilin. Ternyata oh ternyata, itu bukan suara alarm, melainkan suara panggilan masuk. Ya, gua dapet telpon dari papa. Rada aneh aja orang rumah nelpon duluan, apalagi nelpon jam segini. Biasanya juga gua yang nelpon duluan ke rumah, dengan template pembicaraan “Assalamualaikum. Mano Papa? Kirimin duit yo. Mokasih. Assalamualaikum.”. Sempet panik dan bingung, sampai akhirnya gua sadar reaksi gua salah, oke ini yang nelpon bokap, bukan gebetan.

Agar ga menjadi anak durhaka, telpon langsung gua angkat. Lalu mulailah drama di malam hari. Dari ujung saluran terdengar mama teriak-teriak.

M : Gurun! Saya tau rambut kamu! Saya tau rambut kamu kenapa! Itu gaya kamu kan!

Denger mama teriak-teriak ala Arya Wiguna cuma bisa bikin gua ngikik-ngikik, yang tadinya pengen laporan kalo lagi sakit malah ga jadi. Gua cuma bisa bilang “Sabar, Bu. Sabar.”. Agak bingung juga awalnya kenapa mama bisa tau detail rambut gua dan kejadian yang menimpanya. Apakah beliau tau dari cerita di balik tutup botol? Ataukah ada burung Angry Birds yang nyasar salah sasaran terus malah ngabarin mama tentang rambut gua. Ga pake lama, mama langsung menceritakan bagaimana beliau bisa tau semua-muanya tentang rambut gua.

Jadi ceritanya, sekitar jam 8an malam, Goran buka blog gua dan baca tulisan tentang rambut itu. Terus secara histeris dan berlebihan, mengalahkan histerisnya orang yang lagi bengek, Goran manggil mama buat baca dan liat foto rambut gua. Terbongkarlah semua, semua aib.

M : Gurun! Waktumu sudah habis! Cepat cukur rambut!

Gua diomelin sekitar 10 menit, ya seputar rambut. Agak aneh aja sebenarnya pembicaraannya. Gua masih ga ngerasa ada yang salah dengan rambut gua, tapi debat sama mama ga bakalan bisa menang. Gua disuruh untuk segera menentukan pilihan. Gondrong atau botak, jangan setengah-setengah, berasa rambut gua ini kayak bencong di jenis kelamin. Pukpuk rambut, tetap semangat yah, walaupun banyak orang yang tidak suka dengan kamu, tetapi aku tetap suka kok. Oke maafkan keabsurdan gua ngobrol sama rambut, tapi lo harus tau sebegitu kuatnya ikatan batin antara gua dan rambut ini.

Telpon keputus, pembicaraan belum selesai. Pembelaan belum terlontar, gua kalah argumentasi. Sudahlah, pertanda banget kalo rambut ini harus segera dicukur botak seperti biasa. Tapi kayaknya dicat warna hijau merupakan ide yang menarik. Muehehehe.

PS: Itu cewek di gambar bukan nyokap gua!

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Advertisements

2 thoughts on “Bad Hair Days : Angry Mom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s