Stand Up Comedy : Dasar Joke

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

gambar diambil dari hiburan.kompasiana.com

Sudah lama rasanya ga berbagi tentang hal-hal di luar cerita pribadi dan kebodohannya, kali ini gua ingin membagikan sedikit ilmu yang gua punya tentang Stand Up Comedy. Pada tulisan pertama gua kali ini gua ingin membahas dasar dari Stand Up Comedy sendiri, yaitu lelucon atau lebih dikenal dengan joke. Nah gua ingin mengupas tuntas (padahal sebenarnya cuma seadanya -red) tentang joke ini.

Joke itu terdiri dari dua bagian, yaitu set up dan punch line.

Set up adalah bagian dari joke dimana terjadi persiapan arah pandang dari pembaca atau pendengar, dimana tujuan dari set up adalah pembaca atau pendengar menjadi mengharapkan sesuatu, tentu saja di sini peran penulis dan comic lah untuk mengarahkan pembaca atau pendengar tersebut.  Setelah dirasa set up cukup, giliran punch line yang mengambil bagian. Punch line bertujuan untuk membelokkan pembaca atau pendengar dari sesuatu yang dia harapkan sebelumnya. Sehingga pembaca atau pendengar berada pada posisi B, sedangkan sebelumnya mereka berharap berada pada posisi A.

Perubahan tiba-tiba yang diakibatkan oleh punch line setelah set up yang dilakukan inilah yang menggelitik rangsang humor dari pembaca atau pendengar. Di sini lah diharapkan tawa muncul. Semakin baik set up yang dilakukan, pembaca atau penonton akan semakin berpikir bahwa mereka semakin diarahkan kepada suatu tujuan, dengan baiknya set up dan kuatnya punch line, menyebabkan pembaca atau penonton semakin tidak siap terhadap perubahan. Yang pada akhirnya menyebabkan tawa yang lebih baik lagi.

Sebagai contoh dari set up dan punch line dapat dilihat pada materi yang disampaikan oleh Cak Lontong, sebagai berikut:

Set up: “Anda percaya dengan cinta? Betul. Yang membuat Anda bisa tertawa dan yang membuat Anda tadi seakan-akan ingin menangis karena cinta. Saya pun berdiri di sini karena”

Punch line: “…”

Penjelasan dari materi di atas: Cak Lontong mengarahkan pendengar untuk mengharapkan kata “cinta” yang muncul di akhir kalimat punch line, tetapi ternyata Cak Lontong menggunakan kata “uang” di akhir kalimat punch line. Penonton yang tidak siap dengan perubahan tersebut merasa tergelitik dan akhirnya timbulah tawa.

Contoh lain dapat dilihat pada materi yang disampaikan Yudha Keling, sebagai berikut:

Set up: “Kan di pasar malem ada mandi bola yah. Saking kampungannya mandi bolanya”

Punch line: “…”

Penjelasan dari materi di atas: Yudha Keling mencoba mengarahkan pendengar untuk mengharapkan sesuatu yang kampungan dari mandi bola, tetapi karena set up yang disiapkan tidak tetap sehingga setiap penonton memiliki harapannya masing-masing. Kepintarannya menggunakan punch line yang super kuat yaitu “bawa sabun sama sampo”, membuat semua penonton, yang gua duga tidak ada yang mengharapkan punch line nya berupa kalimat tersebut, akan tertawa.

Dari dua contoh di atas gua bisa menarik kesimpulan bahwa set up terdapat dua jenis lagi (ini teori gua sendiri coy, salah maafkan), yang pertama statik dan yang kedua dinamik. Contoh materi Cak Lontong menggunakan set up yang statik, penonton diarahkan ke satu titik harapan, sedangkan materi yang disampaikan oleh Yudha Keling menggunakan set up yang dinamik, setiap penonton dibiarkan mengharapkan berbeda. Keuntungan menggunakan set up yang statik adalah tidak dibutuhkan sebuah punch line yang terlalu keras untuk membelokkan harapan dan menghasilkan tawa, sedangkan kerugiannya tawa yang dihasilkan tidak terlalu baik. Sedangkan menggunakan set up yang dinamik memiliki kesulitan dalam menentukan punch line karena dibutuhkan punch line yang sangat kuat yang dapat membelokkan semua harapan yang ter diversi, dengan begitu pun tawa yang dihasilkan dijamin akan sangat baik.

Wah ternyata buat joke susah yaah. Engga juga kok sob, lo bisa coba dari hal-hal kecil kayak contohnya:

Set up: Gitu aja takut!

Punch line: Gua juga sih.

Contoh yang gua bikin dan gua masukin ke dalam tulisan Pencarian Bakat Yang Gagal adalah sebagai berikut:

Set up: Dulu pas kelas 4 SD burung gua dipegang-pegang sama cowok sampe berdarah.

Punch line: Terus ternyata gua baru sadar gua lagi disunat.

Sekian dulu pelajaran yang bisa gua bagi, semoga tidak menyesatkan. Di tulisan-tulisan selanjutnya akan gua coba bagikan tentang pelajaran teknik stand up comedy. Mungkin kalo ada yang punya materi bisa di-share di sini, sekalian belajar main set up dan punch line hehe.

Terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

One thought on “Stand Up Comedy : Dasar Joke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s